Tanda Dan Gejala Penyakit Darah Tinggi

Penyakit darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular. Penyakit hipertensi ini merupakan salah satu jenis penyakit yang diam-diam membunuh atau silent disease. Penyakit ini tidak memberikan gejala yang khas, namun beberapa keluhan bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit darah tinggi.

Tanda dan gejala penyakit darah tinggi dimulainya dengan gagal jantung. Indikasi pertama adalah  pendeknya napas setelah pengerahan tenaga yang minimal sekalipun, seringkali juga batuk yang bertahan lama (penyumbatan pulmonari) serta buang-buang air kecil pada malam hari (yang mungkin juga memiliki penyebab lain). Sebuah gejala yang lebih spesifik  dari gagal jantung kongestif adalah pembengkakan pergelangan kaki (yang disebut dengan ederma) pertama-tama hanya pada waktu siang, bukan malam (yang menjelaskan dorongan buang air kecil), tetapi kemudian menjadi suatu kondisi yang permanen yang meliibatkan baik kaki bagian atas maupun bawah.

Tanda dan gejala penyakit darah tinggi lainnya adalah tidak cukupnya aliran darah yang melalui pembuluh-pembuluh koroner. Rasa sakit yang mirip angina pektoris yang dipicu oleh kegembiraan atau stres, yaitu rasa sesak di dada, rasa tertekan, dan rasa sakit yang mungkin menyebar ke leher, bahu kiri, lengan kiri, dan tangan kiri.

Tanda dan gejala penyakit darah tinggi tidak cukupnya aliran darah ke arteri-arteri serebral. Gejala-gejala awal tidak spesifik seperti rasa pusing, kehilangan ingatan sepotong-potong, ketiidakmaampuan berkonsentrasi diikuti oleh gejala khas kekurangan darah berkala pada berbagai bagian otak, pingsan, masalah berbicara temporer, sulit berjalan, melemahnya tangan  dan atau kaki secara berkala.

Gejala penyakit darah tinggi lainnya penyumbatan parsial pada atrteri pelvis dan kaki. Gejalanya adalah ditandai dengan kram pada kaki ketika berjalan atau berkala, biasanya pada satu kaki jarang pada keduanya. Dengan berlalunya waktu, jarak yang mampu ditempuh seseorang tanpa sering berhenti untuk istirahat menjadi semakin pendek.

Kadang seorang pasien mungkin mengalami serangan sirkuler, yang tidak khas tetapi sangat mengganggu yang disertai dengan jantung berdebar, banyak berkeringat, pucat, gelisah, lemah, dan rasa kurangn nyaman yang tidak jelas didaerah jantung yang semua ini dipicu oleh munculnya tekanan yang sangat tinggi secara mendadak.

 

Posted in Gejala Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi jarang menimbulkan gejala dan cara salah satunya untuk mengetahui apakah Anda menyandangnnya adalah dengan mengukur tekanan darah. Oleh karena itu, cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan mengukur tekanan darah setidaknya sekali dalam lima tahun, bahkan lebih sering bila memungkinkan. Bila tekanan darah tidak terkontrol dan menjadi sangat tinggi (keadaan ini disebut hipertensu berat atau hipertensi maligna), maka mungkin akan timbul gejala darah tinggi seperti :

  1. Pusing
  2. Pandangan kabur
  3. Sakit kepala
  4. Kebingungan
  5. Mengantuk
  6. Sulit bernapas

Namun demikian, kejadian diatas sangat  jarang dan hanya timbul pada 1% dari populasi orang dengan tekanan darah tinggi. Jika tekanan darah sangat tinggi dan persisten, maka dokter akkan merujuk Anda ke spesialis hipertensi dirumah sakit. Jika Anda tidak merasakan sama sekali gejala darah tinggi, tidak berarti tekanan darah tinggi tidak merusak system sirkulasi Anda. Tekanan darah tinggi tetap dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan komplikasi lain yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, tekanan darah tinggi sering disebut ‘silent killer’. Tidak perlu khawatir dengan sebutan itu. Hal yang menggembirakan adalah tekanan darah tinggi relative mudah ditangani.

Terdapat dua jenis tekanan darah tinggi :

  1. Hipertensi Esensial (primer)
    Tipe ini terjadi pada sebagian besar kasus tekanan darah tinggi-sekitar  95%. Penyebabnya tidak diketahui, walaupun dikaitkan dengan kombinasi faktor gaya hidup seperti kurang bergerak (inaktivitas) dan pola makan.
  2. Hipertensi sekunder
    Tipe ini lebih jarang terjadi hanya seiktar 5% dari seluruh kasus tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi tipe ini disebabkan oleh kondisi media lain (misalnya penyakit ginjal) atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu (misalnya pil KB).

Pada sebagian besar kasus penyebab gejala darah tinggi tidak diketahui. Hal ini terutama pada hipertensi esensial. Walaupun demikian, terdapat beberapa faktor resiko yang dapat membuat Anda lebih mudah terkena tekanan darah tinggi. Faktor resiko tersebut meliputi :

  1. Kelebihan berat badan
  2. Kurang berolahraga
  3. Mengonsumsi makanan berkadar garam tinggi
  4. Kurang mengonsumsi buah dan sayuran segar
  5. Trelalu banyak minum alkohol.

Walaupun merokok hanya menyebabkan peningkatan tekanan darah sesaat, namun merokok secara dramatis meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, setiap perokoksebaiknya berusaha untuk berhenti. Dokter dan perawat dapat memberikan saran dan tips untuk membantu  Anda berhenti merokok.

Meskipun makan terlalu banyak lemak (terutama lemak jenuh yang ditemukan pada daging dan produk susu) tidak secara langsung dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah, namun tetap merupakan faktor resiko penyakit kardiovaskular karena hal tersebut terkait dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berusaha untuk mengurangi asupan lemak jenuh dai makan. Dengan mengurangi asupan lemak, maka Anda juga dapat mengurangi berat badan, yang merupakan faktor resiko lain untuk terkena tekanan darah tinggi.

 

Posted in Gejala Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Faktor Resiko Hipertensi

Berikut faktor resiko yang bisa dikendalikan dan tidak bisa di ubah seperti :

1. Ras

Suka berkulit hitam beresiko lebih tinggi terkena hipertensi. Di Amerika, penderita hipertensi berkulit hitam 40% lebih banyak dibandingkan penderita berkulit putih

2. Usia

Hipertensi bisa terjadi pada semua usia. Tetapi semakin bertambah usia seseorang, resiko terserang hipertensi semakin meningkat. Hal ini terjadi akibat perubahan alami pada jantung, pembuluh darah dan hormon.

3. Riwayat Keluarga

Hipertensi bisa diturunkan. Anak yang salah satu orang tuanya mengidap hipertensi memiliki resiko 25% menderita hipertensi juga. Jika kedua orang tuanya mengidap hipertensi, 60% keturunannya mendapatkan hipertensi

4. Jenis Kelamin

Hipertensi banyak ditemukan pada laki-laki dewasa muda dan paruh baya. Sebaliknya, hipertensi sering terjadi pada sebagian besar wanita setelah berusia 55 tahun atau yang mengalami menopause.

Faktor Resiko Yang Bisa Dikendalikan dan Diubah

1. Kegemukan

Ada beberapa sebab mengapa kelebihan berat badan bisa memicu hipertensi. Massa tubuh yang besar membutuhkan lebih banyak darah untuk menyediakan oksigen dan makanan ke jaringan tubuh. Artinya darah yang mengalir dalam pembuluh darah semakin banyak sehingga dinding arteri mendapatkan tekanan lebih besar. Tidak hanya itu, kelebihan berat badan membuat frekuensi denyut jantung dan kadar insulin dalam darah meningkat. Kondisi ini menyebabkan tubuh menahan natrium dan air.

Lemak jenuh dan lemak trans yang masuk ke dalam tubuh patut diwaspadai. Konsumsi kedua lemak ini secara terus-menerus menyebabkan penumpukan lemak di dalam pembuluh darah. Akibatnya arteri menyempit dan perlu tekanan lebih besar untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

2. Sindroma Resistensi Insulin atau Sindroma Metabolik

Faktor ini dipercaya para dokter sebagai faktor genetik. Glukosa hasil sintesa makanan akan diangkut oleh darah ke seluruh tubuh lalu diubah menjadi sumber energi. Agar glukosa bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh dibutuhkan insulin. Namun, ada beberapa orang yang kurang mampu merespon insulin sehingga tubuh memproduksi lebih banyak insulin. Lama-kelamaan, pankreas tidak mampu lagi mengatasi resistensi insulin. Kondisi ini akan mengarah ke diabetes tipe II. Inilah kenyatan mengapa diabetes sangat berkaitan dengan hipertensi.

3. Kurangnya Aktivitas Fisik

Faktor ini merupakan salah satu langkah mengatasi faktor pertama dan kedua. Jika seseorang kurang gerak, frekuensi denyut jantung menjadi lebih tinggi sehingga memaksa jantung bekerja lebih keras setiap kontraksi.

4. Merokok

Zat-zat kimia tembakau, seperti nikotin dan karbonmonoksida dari asap rokok, membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah

5. Sensitivitas Natrium

Beberapa orang lebih sensitif terhadap natrium. Tubuh mereka akan menahan natrium di dalam tubuh sehingga terjadi retensi air dan peningkatan tekanan darah. Usia pun mempengaruhi kemampuan tubuh menahan natrium. Semakin tua umur seseorang, tubuhnya semakin sensitif terhadap natrium.

6. Kalium Rendah

Kalium membantu tubuh menjaga keseimbangan jumlah natrium di dalam cairan sel. Apabila tubuh kekurangan kalium, natrium yang berlebihan di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan sehingga resiko hipertensi meningkat.

7. Konsumsi Minuman Beralkohol Berlebihan

Sekitar 5-20% kasus hipertensi disebabkan oleh alkohol. Hubungan alkohol dan hipertensi memang belum jelas. Tetapi penelitian menyebutkan, resiko hipertensi meningkat dua kali lipat jika mengkonsumsi alkohol 3 gelas atau lebih.

8. Stres

Tekanan darah bisa sangat tinggi ketika stres datang, tapi sifatnya hanya sementara. Stress juga bisa memicu seseorang berperilaku buruk yang bisa meningkatkan resiko hipertensi.

Selain faktor-faktor di atas, masih ada beberapa masalah kesehatan serius yang bisa meningkatkan resiko hipertensi, yaitu kolesterol tinggi, diabetes, apnea saat tidur dan gagal jantung. Faktor resiko yang saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri-sendiri bisa memungkinkan seseorang mendapat hipertensi yang lebih tinggi. Tetapi, tanpa faktor resiko pun hipertesi bisa dimiliki seseorang

Posted in Gejala Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Hipertensi

Semua penyakit ada penyebabnya. Bila diketahui penyebabnya, langkah pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan dengan tepat. Tetapi, ada juga penyakit yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi kelompok ini dikenal sebagai hipertensi esensial. Sedangkan hipertensi yang faktor penyebabnya jelas disebut dengan hipertensi sekunder.

1. Hipertensi Esensial

Hipertensi esensial sering disebut dengan hipertensi primer. Hipertensi kategori ini paling sering ditemui. Jumlahnya mencapai 90-95% dari penderita hipertensi secara keseluruhan. Ketidakpastian faktor penyebab ini membuat penderita hipertensi esensial sulit mengetahui pemicu tingginya tekanan darah tinggi.

Ada beberapa kemungkinan penyebab hipertensi esensial. Dari berbagai penelitian yang dilakukan hipertensi jenis ini tidak mengikuti pola penyakit yang diturunkan pada umumnya. Salah satu hal yang mungkin menyebabkan hipertensi ini adalah kelainan gen tunggal yang mepengaruhi metabolisme natrium sehingga menimbulkan hipertensi. Tetapi kasus ini jarang terjadi. Untuk memastikannya, para peneliti sedang mempelajari peran gen dalam memicu hipertensi.

Penyebab terbesar hipertensi esensial adalah faktor keturunan dan gaya hidup tertentu.

2. Hipertensi Sekunder

Kasus hipertensi sekunder lebih rendah dibandingkan dengan hipertensi esensial. Penyakit ginjal merupakan penyebab terbesarnya yaitu 5-10% dari keseluruhan hipertensi. Hal ini karena ginjal berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Gangguan ginjal seperti kelainan ginjal, sumbatan pada arteri ginjal (pemasok darah utama), koarktasio aorta (penyempitan pembuluh darah utama yang memasok darah dari jantung ke seluruh tubuh), dan feokromositoma (tumor pada lapisan dalam kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal). Penyebab lain, 1-2% adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu seperti pil KB.

Tidak seperti hipertensi esensial yang berkembang secara bertahap, hipertensi sekunder terjadi lebih cepat dan kenaikan tekanan darah pun lebih tinggi. Sebagian kasus hipertensi sekunder bisa disembuhkan apabila penyebabnya diperbaiki. Untuk mencegah munculnya hipertensi sekunder, perlu mengubah dan menghindari faktor-faktor resiko.

Posted in Gejala Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Macam-Macam Darah Tinggi

Setelah melakukan konsultasi dengan dokter, penderita tekanan darah tinggi dan dokter akan menentukan suatu tujuan yang hendak dicapai berdasarkan kondisi kesehatan penderita hipertensi. Tujuan utamanya menurunkan tekanan darah sehingga bisa menunda atau mencegah berbagai komplikasi yang mungkin muncul seperti serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal. Untuk mencapai target diperlukan kepatuhan mengikuti gaya hidup sehat dan rutin minum obat.

Mengendalikan tekanan darah agar tetap normal tidaklah mudah. Ada saja hal yang mengakibatkan tujuan pengobatan hipertensi tidak tercapai. Gaya hidup sehat ditinggalkan dan obat sering diabaikan. Akibatnya tekanan darah justru semakin meningkat, dan target tidak tercapai sehingga menyebabkan frustasi. Kondisi ini dialami sekitar 40% penderita hipertensi dan sebagian besar penderita berusia lebih dari 60 tahun.

Penderita yang kesulitan mencapai target tekanan darah yang telah ditetapkan, sekalipun telah minum 3 jenis obat dosis penuh, termasuk jenis diuretik artinya menderita hipertensi resisten. Obat diuretik yaitu obat yang berfungsi mendorong ginjal mengeluarkan lebih banyak natrium melalui air kencing dibandingkan kondisi normal. Tekanan darah diastolik penderita hipertnsi resisten biasanya tetap diatas angka 90 mmHg.

Kesulitan menurunkan tekanan darah bukan berarti tekanan darah tidak pernah turun. Berikut beberapa penyebab hipertensi resisten yang sering ditemukan :

1. Cara Pengukuran

Pengukuran yang tidak akurat bisa saja terjadi. Misalnya tekanan darah meningkat hanya terjadi di ruang praktik dokter. Cara mengatasi masalah ini dengan memakai alat pengukur tekanan darah di rumah atau ambulatory blood pressure monitor (ABPM). Hasil pengukuran tekanan darah tampak lebih tinggi (pseudohypertension) bisa juga disebabkan rusaknya arteri akibat arteriosklorosis.

2. Pengobatan dan Obat-Obatan

Dosis obat diuretik yang tidak mencukupi sering menjadi penyebab hipertensi resisten. Penderita dan dokter perlu mengevaluasi dosis obat atau kombinasi obat yang diberikan agar pengobatan lebih efektif. Yang penting, penderita harus tertib minum obat. Jika tidak, pengobatan dan obat-obatan yang diberikan akan sia-sia.

3. Kelebihan Cairan

Cairan yang berlebihan akan menyebabkan tekanan darah sulit dikendalikan. Penyebabnya adalah terlalu banyak asupan garam atau natrium atau adanya penyakit ginjal. Untuk mengatasinya, coba batasi konsumsi garam. Bagi penderita ginjal biasanya diberikan obat loop diuretic.

4. Gaya Hidup

Pola hidup tidak sehat seperti merokok, minum minuman beralkohol, obesitas, kurang olahraga atau makan makanan tidak sehat mempengaruhi tekanan darah

5. Kondisi Kesehatan Lain

Beberapa gangguan kesehatan membuat tekanan darah tinggi semakin memburuk, seperti sleep apnea atau penyakit ginjal.

Krisis Hipertensi

Selain hipertensi resistensi, dikenal juga krisis hipertensi, yaitu kenaikan tekanan darah yang sangat tinggi sehingga memicu stroke. Tekanan darah di atas 180/110 mmHg tergolong sangat ekstrem sehingga bisa merusak pembuluh darah. Pembuluh darah akan meradang dan mengucurkan darah. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak mampu lagi mempertahankan sirkulasi darah yang mencukupi

Ada dua jenis krisis hipertensi, yaitu :

1. Hipertensi Urgensi

Ciri hipertensi ini adalah tekanan darah yang sangat tinggi (diatas 180/120 mmHg), sakit kepala hebat, mual, muntah, penglihatan kabur, mimisan, cemas berlebihan, dan nafas pendek. Tekanan darah yang sangat tinggi ini bisa diturunkan secara perlahan dalam hitungan jam hingga hari dengan obat oral.

2. Hipertensi Emergensi

Hipertensi emergensi / gawat darurat memiliki gejala yang mengancam hidup penderita. Gejalanya berupa adanya cairan di paru-paru, pembengkakan atau perdarahan otak, sobeknya dinding pembuluh darah, serangan jantung, stroke, atau pre-eklamsia pada ibu hamil. Tekanan darah pada hipertensi gawat darurat meningkat di atas 180/120 mmHg. Bisa juga terjadi, tekanan darah di bawah 180/120 mmHg tetapi disertai gangguan fungsi organ. Untuk menghindari terjadinya, komplikasi menetap, tekanan darah harus sesegera mungkin di turunkan. Caranya dengan memberikan obat oral, obat intravena (suntikan), atau rawat inap.

Posted in Gejala Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment